Hasil Pertandingan AS Roma vs Real Madrid: Los Blancos Menang Dramatis 4-3 Setelah Sempat Tertinggal 1-3. Hasil pertandingan AS Roma vs Real Madrid pada lanjutan Liga Champions UEFA musim 2026/2027 berakhir dengan kemenangan dramatis tim tamu.
Real Madrid sukses menaklukkan AS Roma dengan skor 4-3 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Olimpico pada 14 Oktober 2026. Los Blancos sempat berada dalam posisi sulit setelah Roma membalikkan keadaan dan unggul dua gol, tetapi kebangkitan pada babak kedua membuat klub asal Spanyol tersebut membawa pulang tiga poin.
Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menarik pada pekan kedua Liga Champions. Tujuh gol tercipta dalam laga yang mempertemukan dua klub besar Eropa tersebut. Roma sempat menunjukkan kemampuan menyerang yang berbahaya, sedangkan Real Madrid memperlihatkan mentalitas untuk terus mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir.
Hasil Pertandingan AS Roma vs Real Madrid: Los Blancos Menang Dramatis 4-3 Setelah Sempat Tertinggal 1-3
Kylian Mbappé membuka kontribusi gol bagi Real Madrid, tetapi Donyell Malen menjadi ancaman utama bagi pertahanan tim tamu dengan mencetak dua gol. Sementara itu, Carlos Espí dan Endrick ikut mencatatkan nama di papan skor sebelum Antonio Rüdiger memastikan kemenangan Madrid melalui gol pada menit ke-90.
Kemenangan tersebut memberikan gambaran tentang ketatnya persaingan di Liga Champions. Real Madrid mampu mengatasi tekanan di markas lawan, sedangkan Roma harus mengevaluasi pertahanan mereka setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di tangan.
Hasil Akhir AS Roma vs Real Madrid
Berikut ringkasan pertandingan AS Roma melawan Real Madrid berdasarkan data hasil pertandingan yang dipublikasikan oleh UEFA, LaLiga, dan penyedia skor sepak bola.
Pertandingan: AS Roma vs Real Madrid
Kompetisi: Liga Champions UEFA 2026/2027
Babak: Matchday kedua
Tanggal: 14 Oktober 2026
Stadion: Stadio Olimpico, Roma
Hasil akhir: AS Roma 3-4 Real Madrid
Real Madrid keluar sebagai pemenang setelah melalui pertandingan yang berlangsung dengan perubahan momentum. Roma sempat memimpin 3-1, tetapi Madrid berhasil mencetak tiga gol tambahan untuk membalikkan keadaan.
Kemenangan 4-3 ini juga menambah catatan positif Real Madrid dalam rekor pertemuan kedua klub di Liga Champions. Meski demikian, jalannya pertandingan memperlihatkan bahwa dominasi historis tidak menjamin kemenangan mudah, terutama ketika Roma mampu memanfaatkan peluang dan tekanan dari dukungan suporter sendiri.
Kronologi Pertandingan AS Roma vs Real Madrid
Babak pertama: Roma unggul lebih dahulu
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Bermain di hadapan pendukung sendiri, AS Roma berusaha menekan sejak awal dan mencari celah di pertahanan Real Madrid. Tim tuan rumah tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga mencoba memanfaatkan serangan cepat untuk menciptakan peluang berbahaya.
Pada menit ke-20, Roma berhasil membuka keunggulan melalui Marten de Roon. Gol tersebut lahir dari tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti setelah Matías Soulé memberikan umpan yang membuka ruang tembak. Bola meluncur ke arah gawang Thibaut Courtois dan membawa Roma unggul 1-0.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Roma. Dukungan suporter di Stadio Olimpico membuat pertandingan semakin intens, sementara Real Madrid harus segera memperbaiki koordinasi lini tengah dan pertahanan agar tidak semakin tertinggal.
Namun, keunggulan Roma tidak bertahan lama. Pada menit ke-25, Kylian Mbappé menyamakan kedudukan untuk Real Madrid. Penyerang asal Prancis itu memanfaatkan situasi di area pertahanan Roma sebelum melepaskan tembakan yang mengecoh kiper Pierluigi Gollini.
Skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi bukti bahwa Real Madrid tetap berbahaya meskipun tidak selalu mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
Setelah kedudukan kembali imbang, kedua kesebelasan berusaha mencari gol tambahan. Roma tetap berani menyerang, sedangkan Madrid mencoba meningkatkan efektivitas distribusi bola untuk membuka ruang di pertahanan lawan.
Hingga turun minum, pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim memperlihatkan kekuatan masing-masing. Hasil imbang membuat peluang kemenangan masih terbuka lebar bagi kedua klub.
Babak kedua: Donyell Malen membawa Roma menjauh
Memasuki babak kedua, AS Roma tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesalahan lawan. Tekanan yang diberikan membuat Real Madrid kesulitan mempertahankan penguasaan bola secara konsisten.
Pada menit ke-51, Donyell Malen mencetak gol yang membawa Roma unggul 2-1. Gol tersebut bermula dari Rodrigo Mora yang memberikan umpan kepada Malen setelah Roma memanfaatkan kehilangan bola di area permainan Real Madrid. Penyelesaian Malen yang berujung gol membuat tuan rumah kembali berada di atas angin.
Lima menit berselang, Malen kembali menjadi momok bagi pertahanan Madrid. Pada menit ke-57, ia mencetak gol keduanya setelah menerima umpan terobosan dari Matías Soulé. Malen berhasil melewati situasi satu lawan satu dengan Courtois dan menuntaskan peluang untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-1.
Menurut laporan pertandingan dari ANSA dan sejumlah media olahraga internasional, dua gol Malen menjadi bagian penting dari dominasi Roma pada awal babak kedua. Real Madrid terlihat kesulitan menghentikan pergerakan penyerang tersebut, terutama ketika Roma berhasil menyerang dengan cepat.
Keunggulan 3-1 membuat Roma semakin dekat dengan kemenangan. Para pemain tuan rumah tampak memiliki peluang besar untuk mengamankan tiga poin, sedangkan Real Madrid harus mengubah pendekatan permainan jika ingin menghindari kekalahan.
Pelatih Real Madrid kemudian melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor. Endrick dan Arda Güler masuk pada menit ke-59. Perubahan tersebut menjadi titik penting dalam pertandingan karena Madrid mulai menemukan variasi serangan yang sebelumnya sulit dibangun.
Masuknya kedua pemain itu membuat permainan Real Madrid lebih dinamis. Güler memberikan kreativitas melalui umpan-umpan berbahaya, sedangkan Endrick menghadirkan pergerakan agresif di area pertahanan Roma.
Menit ke-83: Carlos Espí membuka jalan kebangkitan Madrid
Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, Real Madrid mulai meningkatkan tekanan melalui situasi bola mati. Strategi ini akhirnya menghasilkan gol yang menghidupkan kembali peluang tim tamu.
Pada menit ke-83, Carlos Espí mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Gol tersebut tercipta setelah rangkaian serangan dari sepak pojok yang melibatkan Arda Güler dan Endrick. Setelah bola hasil sundulan Endrick ditepis Gollini, Espí memanfaatkan bola pantul untuk memasukkannya ke gawang.
Gol itu menjadi awal kebangkitan yang luar biasa. Real Madrid yang sebelumnya tertinggal dua gol kini hanya membutuhkan satu gol untuk menyamakan kedudukan.
Roma yang sempat terlihat mengendalikan pertandingan mulai menghadapi tekanan besar. Para pemain harus bekerja lebih keras untuk mengantisipasi serangan Madrid, terutama dalam mengawal pemain lawan ketika menghadapi tendangan sudut.
Perubahan situasi berlangsung sangat cepat. Hanya beberapa menit setelah gol Espí, Real Madrid kembali menciptakan peluang berbahaya dan membuat pertahanan Roma semakin tertekan.
Menit ke-85: Endrick menyamakan kedudukan
Real Madrid akhirnya berhasil menyamakan skor menjadi 3-3 melalui Endrick pada menit ke-85.
Gol tersebut kembali berasal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Arda Güler. Endrick menyambut bola dengan sundulan yang mengarah ke gawang Roma dan mengubah kedudukan menjadi imbang.
Gol Endrick menjadi momen krusial dalam pertandingan. Real Madrid berhasil menghapus keunggulan dua gol Roma hanya dalam waktu singkat. Para pemain tim tamu mendapatkan tambahan kepercayaan diri, sementara Roma harus berjuang mempertahankan konsentrasi setelah kehilangan keunggulan yang sebelumnya tampak aman.
Performa Endrick setelah masuk dari bangku cadangan juga menjadi sorotan. Ia bukan hanya menyumbang gol penyama kedudukan, tetapi ikut memberikan dampak terhadap intensitas serangan Real Madrid.
Laporan Opta Analyst menyoroti bagaimana perubahan pemain dan efektivitas situasi bola mati membantu Madrid membalikkan keadaan. Tiga gol penentu kebangkitan tim tamu lahir dari rangkaian tendangan sudut pada fase akhir pertandingan.
Menit ke-90: Antonio Rüdiger memastikan kemenangan Real Madrid
Drama pertandingan mencapai puncaknya pada menit ke-90. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor imbang, Real Madrid justru mencetak gol kemenangan melalui Antonio Rüdiger.
Bek asal Jerman tersebut memanfaatkan tendangan sudut yang kembali dieksekusi Arda Güler. Rüdiger menyelesaikan peluang dengan tendangan akrobatik di dekat gawang dan membuat bola masuk ke gawang Gollini.
Skor berubah menjadi 4-3 untuk keunggulan Real Madrid.
Gol itu terasa istimewa karena Rüdiger pernah membela AS Roma. Kali ini, ia justru menjadi pemain yang menghancurkan harapan mantan klubnya untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.
Real Madrid berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal 1-3. Tiga gol pada menit-menit akhir mengubah pertandingan yang sebelumnya tampak mengarah pada kemenangan Roma menjadi kemenangan dramatis bagi Los Blancos.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Roma tidak berhasil menyamakan kedudukan. Real Madrid pun meninggalkan Stadio Olimpico dengan kemenangan 4-3 yang memberikan tiga poin penting di Liga Champions.
Daftar Pencetak Gol AS Roma vs Real Madrid
Berikut daftar pencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Menit ke-20: Marten de Roon membawa AS Roma unggul 1-0.
Menit ke-25: Kylian Mbappé menyamakan skor menjadi 1-1.
Menit ke-51: Donyell Malen membawa Roma unggul 2-1.
Menit ke-57: Donyell Malen mencetak gol keduanya untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Menit ke-83: Carlos Espí memperkecil ketertinggalan Madrid menjadi 3-2.
Menit ke-85: Endrick menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Menit ke-90: Antonio Rüdiger mencetak gol kemenangan Real Madrid, sehingga skor akhir menjadi 3-4.
Rangkaian gol tersebut menunjukkan bahwa pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyerang, tetapi juga ketahanan mental dan efektivitas pergantian pemain. Real Madrid berhasil memaksimalkan peluang pada akhir pertandingan, sedangkan Roma kehilangan kendali ketika tekanan lawan meningkat.
Peran Arda Güler dan Endrick dalam Kemenangan Real Madrid
Dua pemain yang paling menonjol dalam kebangkitan Real Madrid adalah Arda Güler dan Endrick.
Güler memberikan kontribusi besar melalui eksekusi bola mati dan distribusi umpan. Tiga gol Madrid pada fase akhir pertandingan berasal dari situasi sepak pojok yang melibatkan kreativitasnya. Umpan-umpan tersebut membuat pertahanan Roma kesulitan menjaga pemain Madrid di area berbahaya.
Endrick juga tampil menentukan setelah masuk sebagai pemain pengganti. Pergerakannya membantu Madrid meningkatkan tekanan dan mencetak gol penyama kedudukan. Kehadirannya memberikan opsi serangan tambahan, terutama dalam duel udara dan perebutan bola di sekitar kotak penalti.
Sementara itu, Mbappé tetap memberikan kontribusi melalui gol pada babak pertama. Walaupun Real Madrid sempat mengalami kesulitan, kualitas individu para pemain depan dan efektivitas pergantian pemain menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
Laga ini sekaligus menunjukkan bahwa pemain pengganti dapat mengubah arah pertandingan ketika dimasukkan pada waktu yang tepat. Namun, keberhasilan tersebut juga ditunjang oleh keberanian Madrid untuk terus menekan dan memanfaatkan kelemahan lawan dalam mengantisipasi bola mati.
Mengapa AS Roma Gagal Mempertahankan Keunggulan?
Kekalahan Roma tidak terlepas dari persoalan konsentrasi pada menit-menit akhir. Memimpin 3-1 seharusnya memberikan keuntungan besar, tetapi tim tuan rumah gagal mempertahankan keunggulan setelah Madrid meningkatkan intensitas serangan.
Salah satu persoalan yang terlihat adalah pertahanan saat menghadapi sepak pojok. Tiga gol Madrid pada fase akhir pertandingan berasal dari situasi bola mati. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengawalan pemain dan antisipasi bola kedua menjadi aspek yang perlu dievaluasi.
Roma juga harus menghadapi tekanan psikologis ketika gol pertama Madrid pada fase kebangkitan mengubah momentum pertandingan. Setelah skor menjadi 3-2, Real Madrid semakin percaya diri, sementara Roma kehilangan sebagian kendali permainan.
Matías Soulé menyoroti pentingnya menjaga fokus sepanjang pertandingan. Dalam laporan Reuters, ia menekankan bahwa Roma perlu mempertahankan konsentrasi selama 90 menit ditambah waktu tambahan, terutama setelah kebobolan gol-gol yang memiliki pola serupa.
Bagi Roma, kekalahan ini bukan hanya kehilangan tiga poin, tetapi juga pelajaran mengenai pentingnya organisasi pertahanan. Tim yang mampu mencetak tiga gol melawan Real Madrid seharusnya memiliki peluang besar untuk menang, tetapi keunggulan tersebut tidak akan berarti banyak apabila konsentrasi hilang pada momen paling menentukan.
Dampak Hasil AS Roma vs Real Madrid terhadap Klasemen Liga Champions
Kemenangan atas Roma memberikan tambahan tiga poin bagi Real Madrid dalam fase liga Liga Champions 2026/2027. Berdasarkan laporan ANTARA setelah pertandingan, Madrid berada di posisi kedelapan dengan enam poin, sedangkan AS Roma menempati posisi ke-25 dengan satu poin.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Real Madrid untuk menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen. Dalam format fase liga, setiap poin memiliki arti penting karena posisi akhir menentukan jalur menuju babak gugur.
Bagi Roma, situasinya lebih menantang. Kekalahan di kandang membuat mereka harus berusaha memperbaiki posisi pada pertandingan berikutnya. Kualitas serangan yang ditunjukkan saat melawan Madrid dapat menjadi modal, tetapi tim tersebut perlu meningkatkan konsistensi agar tidak kembali kehilangan poin karena kesalahan pertahanan.
Klasemen masih dapat beruba h seiring berlangsungnya pertandingan lain. Oleh sebab itu, posisi setelah matchday kedua belum menjadi gambaran akhir perjalanan kedua klub di kompetisi Eropa musim ini.
Rekor Pertemuan AS Roma vs Real Madrid
Real Madrid juga memiliki keunggulan dalam catatan pertemuan di Liga Champions. Data historis UEFA mencatat bahwa sebelum dan setelah pertandingan terbaru tersebut, Madrid unggul dalam jumlah kemenangan atas Roma.
Pertemuan 14 Oktober 2026 menambah catatan kemenangan Madrid menjadi salah satu hasil paling dramatis dalam sejarah duel kedua klub. Sebelumnya, kedua tim juga pernah bertemu dalam sejumlah pertandingan Liga Champions, termasuk pada fase gugur musim 2015/2016 dan 2007/2008.
Meski Real Madrid memiliki tradisi kuat di kompetisi Eropa, pertandingan terbaru membuktikan bahwa Roma mampu memberikan perlawanan serius. Bahkan, Madrid harus berjuang hingga menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan.
Hasil pertandingan AS Roma vs Real Madrid berakhir dengan kemenangan 4-3 bagi Los Blancos dalam laga Liga Champions UEFA 2026/2027 pada 14 Oktober 2026. Roma sempat unggul 3-1 melalui gol Marten de Roon dan dua gol Donyell Malen, tetapi Madrid membalikkan keadaan lewat Kylian Mbappé, Carlos Espí, Endrick, dan Antonio Rüdiger.
Arda Güler dan Endrick menjadi bagian penting dari kebangkitan Madrid, sedangkan Rüdiger memastikan kemenangan melalui gol pada menit ke-90. Hasil ini memberikan tiga poin penting bagi Real Madrid sekaligus menjadi evaluasi besar bagi Roma, terutama dalam menjaga konsentrasi dan mengantisipasi sepak pojok.
Pertandingan tersebut menegaskan bahwa sepak bola Eropa selalu menghadirkan drama hingga peluit akhir. Keunggulan dua gol tidak menjamin kemenangan apabila sebuah tim gagal mempertahankan fokus, sementara mentalitas dan efektivitas serangan dapat mengubah hasil dalam waktu singkat.
Bagi pembaca yang mencari hasil AS Roma vs Real Madrid terbaru, skor akhir Roma vs Madrid 4-3, pencetak gol AS Roma vs Real Madrid, jalannya pertandingan Roma vs Real Madrid, serta klasemen Liga Champions 2026/2027, laga ini menjadi salah satu pertandingan yang layak dikenang pada awal kompetisi musim ini.












