Turki 0-1 Prancis: Mbappe Cetak Gol, Debut Zidane Berakhir Manis

Tigapuluh.com – Turki 0-1 Prancis: Mbappe Cetak Gol, Debut Zidane Berakhir Manis. Turki vs Prancis pada laga perdana UEFA Nations League 2026/2027 berakhir dengan kemenangan tipis Les Bleus.

Bermain di Kocaeli Stadyumu, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB, Timnas Prancis mengalahkan Turki dengan skor 0-1.

Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak Kylian Mbappe pada menit ke-54.

Gol itu sekaligus memberikan kemenangan pada pertandingan pertama Zinedine Zidane sebagai pelatih Timnas Prancis.

Namun, kemenangan Prancis diwarnai kekhawatiran. Mbappe hanya berada di lapangan beberapa menit setelah mencetak gol sebelum ditarik keluar akibat masalah pada lutut kirinya.

Laporan terbaru menyebut Mbappe kemudian meninggalkan skuad Prancis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil ini membuat Prancis mengawali perjalanan di League A Grup 1 dengan tiga poin.

Pada pertandingan lain di grup yang sama, Belgia juga meraih kemenangan atas Italia, sehingga persaingan langsung berlangsung ketat sejak matchday pertama.

UEFA mencatat Prancis memang dijadwalkan menghadapi Turki, Belgia, dan Italia dalam rangkaian pertandingan Grup A1.

Turki vs Prancis Berlangsung Ketat Sejak Menit Awal

Pertandingan Turki vs Prancis menjadi salah satu laga yang paling mendapat perhatian pada matchday pertama UEFA Nations League 2026/2027.

Bukan hanya karena mempertemukan dua tim nasional kuat, laga tersebut juga menjadi panggung debut Zidane sebagai pelatih Prancis.

Zidane memasuki pertandingan dengan tekanan dan perhatian besar. Sosok yang pernah membawa Real Madrid meraih berbagai gelar itu kembali ke sepak bola internasional sebagai juru taktik setelah mengambil alih posisi pelatih Prancis.

Sementara, Turki tidak ingin menjadi sekedar lawan dalam pesta debut Zidane.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Turki langsung menunjukkan keberanian. Tim tuan rumah berusaha menekan pertahanan Prancis dan menciptakan peluang sejak awal pertandingan.

Pada menit keempat, Burak Yilmaz hampir membuat publik Kocaeli bersorak.

Yilmaz mendapatkan kesempatan melepaskan tembakan ke arah tiang dekat.

Namun, Mike Maignan masih mampu membaca arah bola dan melakukan penyelamatan penting.

Bola muntah sempat berada dalam situasi berbahaya di sekitar garis gawang Prancis. Maxence Lacroix kemudian bergerak cepat untuk mengamankan keadaan.

Momen tersebut menjadi peringatan awal bagi Prancis bahwa pertandingan tidak akan berjalan mudah.

Prancis Dominan, tetapi Kesulitan Menembus Pertahanan Turki

Prancis secara perlahan mulai menguasai jalannya pertandingan.

Zidane menempatkan sejumlah pemain kreatif di lini depan. Kylian Mbappe menjadi tumpuan utama bersama Michael Olise, Rayan Cherki, dan Ousmane Dembele.

Komposisi tersebut memberikan Prancis banyak pilihan untuk membangun serangan.

Mbappe bisa bergerak dari sisi kiri maupun masuk ke tengah. Olise memiliki kemampuan mengirim umpan dari area sayap, sedangkan Cherki berperan dalam menghubungkan lini tengah dan depan.

Namun, Turki menerapkan pertahanan yang cukup rapat.

Setiap kali Mbappe atau Dembele menerima bola di area berbahaya, pemain Turki langsung memberikan tekanan. Kondisi itu membuat Prancis tidak leluasa melakukan penyelesaian akhir.

ESPN mencatat pertandingan berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Prancis, dengan gol Mbappe menjadi pembeda dalam duel kedua tim tersebut.

Prancis terus mencoba mencari celah.

Beberapa serangan dibangun melalui kombinasi Olise, Cherki, Dembele, dan Mbappe. Namun, peluang yang dihasilkan belum cukup untuk mengubah papan skor.

Rabiot Gagal Memanfaatkan Peluang Emas

Peluang terbaik Prancis pada babak pertama datang menjelang turun minum.

Adrien Rabiot mendapatkan ruang di depan gawang setelah menerima umpan dari Rayan Cherki.

Rabiot tidak mendapatkan tekanan berarti dan memiliki kesempatan untuk mengarahkan bola ke gawang Turki.

Namun, penyelesaian akhirnya tidak sempurna. Bola justru melambung di atas mistar.

Kesempatan tersebut menjadi salah satu peluang emas yang terbuang Prancis pada babak pertama. Turki pun mampu bertahan hingga turun minum.

Setelah 45 menit, skor masih Turki 0-0 Prancis. Bagi Zidane, hasil tanpa gol tersebut menunjukkan bahwa timnya masih membutuhkan peningkatan pada babak kedua.

Turki Lebih Dulu Mengancam di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Prancis berusaha meningkatkan intensitas serangan.

Namun, Turki justru memperoleh peluang berbahaya lebih dahulu.

Pada menit ke-51, Ismail Yuksek berada dalam posisi cukup bebas di dalam kotak penalti.

Yuksek kemudian menyambut bola dengan sundulan.

Bola mengarah ke gawang Prancis, tetapi Maignan kembali memperlihatkan refleks yang baik.

Kiper Prancis tersebut berhasil menepis bola dan menjaga gawangnya tetap bersih.

Penyelamatan Maignan menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan Turki vs Prancis.

Jika bola tersebut masuk, jalannya pertandingan bisa berubah. Prancis kemudian merespons tekanan Turki dengan meningkatkan serangan.

Dan hanya beberapa menit kemudian, Les Bleus mendapatkan momen yang mereka tunggu.

Kylian Mbappe Cetak Gol pada Menit ke-54

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-54. Michael Olise mengirimkan umpan kepada Mbappe di sisi kiri kotak penalti Turki. Mbappe menerima bola dengan baik.

Kapten Prancis itu kemudian melepaskan tembakan yang mengarah ke sudut kanan gawang Ugurcan Cakir.

Bola meluncur melewati penjagaan kiper Turki.

Gol! Turki 0-1 Prancis.

Gol tersebut langsung mengubah pertandingan.

Prancis kini memiliki keunggulan yang mereka cari sejak babak pertama.

Bagi Mbappe, gol tersebut juga memiliki arti penting karena menjadi gol penentu pada pertandingan pertama Zidane sebagai pelatih Prancis.

UEFA mengonfirmasi bahwa Mbappe mencetak gol kemenangan tersebut dan memberikan Zidane kemenangan dalam pertandingan debutnya sebagai pelatih Les Bleus.

Kemenangan tersebut juga memperpanjang perhatian terhadap hubungan Zidane dan Mbappe di Timnas Prancis. Sebelum pertandingan, Mbappe sempat menyampaikan kegembiraannya bekerja di bawah Zidane, yang sebelumnya merupakan salah satu figur besar dalam sejarah sepak bola Prancis.

Gol Mbappe Sekaligus Membawa Kekhawatiran.

Tidak lama setelah mencetak gol, pertandingan berubah menjadi situasi yang kurang menyenangkan bagi Prancis.

Mbappe mengalami masalah pada lutut kirinya..Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan dan Zidane memutuskan untuk tidak mengambil risiko.

Pada menit ke-59, Mbappe ditarik keluar dan digantikan Desire Doue.

Dengan demikian, sang pencetak gol kemenangan hanya beberapa menit menikmati keunggulan Prancis sebelum harus meninggalkan lapangan.

Kondisi Mbappe kemudian menjadi perhatian utama setelah pertandingan.

Laporan Reuters menyebut penyerang Prancis itu meninggalkan skuad setelah mengalami cedera lutut dalam pertandingan melawan Turki.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Situasi ini tentu menjadi perhatian karena Mbappe merupakan salah satu pemain utama Prancis.

Sebelum pertandingan, Mbappe sendiri sempat mengalami kondisi kurang fit dan absen dari sesi latihan karena gejala mirip flu. Ia kemudian tetap dimainkan sebagai starter ketika menghadapi Turki.

Prancis Punya Peluang Menggandakan Keunggulan

Setelah unggul 1-0 dan kehilangan Mbappe, Prancis tidak sepenuhnya bermain bertahan.

Les Bleus tetap mencari gol kedua.

Jules Kounde mendapatkan kesempatan pada menit ke-69.

Namun, penyelesaiannya belum menghasilkan gol.

Beberapa menit kemudian, Michael Olise kembali mendapatkan peluang.

Olise mencoba mengarahkan bola ke gawang Turki, tetapi tembakannya masih melebar.

Jika salah satu peluang tersebut berbuah gol, Prancis tentu bisa menjalani menit-menit akhir pertandingan dengan lebih nyaman.

Namun, skor 0-1 membuat Turki masih memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan.

Maignan Kembali Jadi Penyelamat Prancis

Turki tidak berhenti memberikan tekanan.

Pada menit ke-75, Arda Guler hampir memanfaatkan kesalahan pertahanan Prancis.

Guler berhasil mendapatkan bola setelah terjadi kesalahan dalam penguasaan bola di lini belakang.

Ia kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang.

Namun, lagi-lagi Maignan berada di tempat yang tepat.

Kiper Prancis tersebut melakukan penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan timnya.

Performa Maignan menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan Prancis.

Jika melihat jalannya pertandingan, Turki beberapa kali mampu menemukan celah untuk mengancam gawang Les Bleus.

Tetapi setiap peluang berbahaya tersebut belum mampu mengubah skor.

Kartu Merah Membuat Turki Semakin Kesulitan

Masalah Turki bertambah pada menit ke-85.

Ugurcan Cakir harus meninggalkan lapangan setelah melakukan handball di luar kotak penalti ketika berusaha menghentikan laju Bradley Barcola.

Wasit memberikan kartu merah kepada kiper Turki tersebut.

Turki pun harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain.

Situasi tersebut membuat peluang Turki untuk menyamakan kedudukan semakin sulit.

Prancis memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mengontrol permainan hingga pertandingan berakhir.

Tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan Prancis dengan skor 1-0.

Statistik Turki vs Prancis

Secara penguasaan bola, Prancis tampil lebih dominan.

Les Bleus menguasai sekitar 64 persen bola dan menghasilkan 12 percobaan tembakan.

Empat di antaranya mengarah ke gawang.

Turki juga mencatatkan 12 percobaan, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran.

Statistik tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan sebenarnya cukup seimbang dalam jumlah percobaan, tetapi Prancis lebih efektif memanfaatkan peluang yang tersedia.

Perbedaan terbesar terlihat pada penyelesaian akhir.

Mbappe mampu mengubah salah satu peluang Prancis menjadi gol yang menentukan hasil akhir.

Debut Zinedine Zidane Berakhir dengan Kemenangan

Pertandingan Turki vs Prancis menjadi awal resmi perjalanan Zidane sebagai pelatih tim nasional Prancis.

Debut tersebut tidak berlangsung mudah.

Prancis harus menghadapi tekanan dari Turki, terutama ketika pertandingan masih 0-0.

Namun, satu gol Mbappe dan sejumlah penyelamatan penting Maignan membuat Les Bleus berhasil membawa pulang tiga poin.

UEFA mencatat kemenangan Prancis di Turki sebagai kemenangan pertama Zidane dalam pertandingan perdananya menangani tim nasional.

Bagi Zidane, hasil ini menjadi modal awal dalam membangun tim.

Ia masih harus menghadapi pertandingan-pertandingan berat berikutnya.

Jadwal resmi UEFA menunjukkan Prancis akan menghadapi Belgia pada 28 September, kemudian Italia pada 2 Oktober, sebelum kembali bertemu Belgia dan menjalani pertandingan lain di Grup A1.

Persaingan Grup A1 Langsung Memanas

Kemenangan atas Turki membuat Prancis mengantongi tiga poin.

Namun, persaingan di Grup A1 tidak hanya melibatkan Prancis dan Turki.

Belgia juga mendapatkan hasil positif ketika menghadapi Italia.

Hasil tersebut membuat posisi klasemen awal grup langsung menarik perhatian.

Setiap pertandingan menjadi penting karena format kompetisi menuntut tim untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin dalam fase liga.

Prancis tidak boleh hanya mengandalkan kemenangan atas Turki.

Pertandingan berikutnya melawan Belgia dan Italia akan menjadi tantangan yang berbeda.

Apa Arti Kemenangan Ini bagi Prancis?

Kemenangan 1-0 atas Turki setidaknya memberikan beberapa catatan penting bagi perjalanan Prancis.

Pertama, Les Bleus mampu meraih tiga poin dalam pertandingan tandang yang berlangsung ketat.

Kedua, Mbappe langsung menunjukkan perannya sebagai kapten sekaligus pemain penentu.

Ketiga, lini pertahanan dan Maignan berhasil mempertahankan clean sheet.

Keempat, Zidane memulai kiprahnya sebagai pelatih Prancis dengan kemenangan.

Namun, ada pula hal yang menjadi perhatian, terutama kondisi Mbappe setelah mengalami masalah pada lutut kirinya.

Cedera tersebut menjadi salah satu cerita utama setelah pertandingan. Reuters dan sejumlah laporan media internasional menyebut Mbappe meninggalkan skuad untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Karena itu, perhatian berikutnya tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, tetapi juga perkembangan kondisi kapten Prancis tersebut.

Turki vs Prancis: Mbappe Jadi Pembeda

Jika melihat jalannya pertandingan secara keseluruhan, Turki mampu memberikan perlawanan serius.

Tuan rumah beberapa kali mengancam gawang Prancis dan membuat lini belakang Les Bleus bekerja keras.

Namun, Prancis memiliki pemain yang mampu mengubah pertandingan dalam satu momen.

Mbappe membuktikannya pada menit ke-54.

Umpan Olise diselesaikan dengan tembakan akurat ke sudut gawang dan menghasilkan satu-satunya gol dalam pertandingan.

Sementara itu, Maignan menjaga keunggulan tersebut melalui beberapa penyelamatan penting.

Kombinasi gol Mbappe dan performa Maignan akhirnya membawa Prancis melewati pertandingan pertama UEFA Nations League 2026/2027 dengan tiga poin.

Susunan Pemain Turki vs Prancis

Turki: Ugurcan Cakir; Zeki Celik, Merih Demiral, Abdulkerim Bardakci; Oguz Aydin, Salih Ozcan, Ismail Yuksek, Ferdi Kadioglu; Arda Guler, Can Uzun; Baris Alper Yilmaz.

Prancis: Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, Maxence Lacroix, Adrien Truffert; Manu Kone, Adrien Rabiot; Michael Olise, Rayan Cherki, Kylian Mbappe, Ousmane Dembele.

Hasil Akhir Turki vs Prancis

Turki 0-1 Prancis

Pencetak gol: Kylian Mbappe 54′

Stadion: Kocaeli Stadyumu

Kompetisi: UEFA Nations League 2026/2027, League A Grup 1

Pelatih Prancis: Zinedine Zidane

Catatan penting: Mbappe ditarik keluar setelah mengalami masalah pada lutut kiri.

Pertandingan Turki vs Prancis menjadi awal berkesan bagi Zinedine Zidane di kursi pelatih Les Bleus.

Prancis berhasil menang 1-0 berkat gol Kylian Mbappe pada menit ke-54. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat sejak menit pertama.

Turki beberapa kali mampu menciptakan peluang, tetapi Mike Maignan tampil sigap di bawah mistar Prancis.

Di sisi lain, Prancis harus memperhatikan kondisi Mbappe setelah sang kapten mengalami masalah pada lutut kirinya dan meninggalkan lapangan beberapa menit setelah mencetak gol.

Kemenangan ini memberikan Prancis tiga poin pertama di UEFA Nations League 2026/2027 sekaligus menjadi awal positif bagi era Zidane.

Namun, perjalanan masih panjang karena Prancis harus menghadapi lawan-lawan kuat lainnya di Grup A1.

Dengan jadwal berikutnya yang mempertemukan Prancis dengan Belgia dan Italia, perhatian publik sepak bola kini akan tertuju pada bagaimana Zidane membangun timnya serta bagaimana kondisi Mbappe setelah cedera dalam laga pembuka tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *